Kontribusi Mahasiswa Saat Pandemi dengan Memaksimalkan Peran Teknologi Mengasah jiwa sensibilitas sosial mahasiswa UPI Cibiru ditengah pandemi COVID-19

Pendidikan bukan dimaknai dengan sesuatu kepada hal-hal teoretis, bukan sekumpulan materi untuk dihafal, dan bukan juga untuk mendapatkan pekerjaan. namun hakikat pendidikan merupakan suatu wahana peserta didik untuk mengekplorasi pengetahuannya, paham akan potensinya, dan mencapai kedewasaannya. Oleh karena itu proses pendidikan mestinya dilaksanakan dengan prinsip humanistik, yaitu proses memanusiakan manusia dengan mewujudkan situasi belajar yang nyaman, bahagia, dan memerdekakan peserta didik. Artinya pedidikan tidak terjadi pada kekosongan tanpa makna dengan menekankan kepada penyelesaian konten/materi secara mekanistik, melainkan esensi pendidikan adalah proses mempersiapkan manusia/peserta didik agar mereka bisa hidup di dalam masyarakat dengan segala kompetensinya. sehingga pendidikan tidak berkutat dengan aspek kognitif, melainkan tansfer of velues (penanaman nilai-nilai), mengaktifkan sensibilitas sosialnya, dan pembangunan karakter.
Indikator keberhasilan pendidikan tidak dilihat dari besarnya nilai secara kuantitas, yang dapat dilihat dari aspek intelektual. Sedangkan dalam kehidupan seseorang tidak dilihat dari kecerdasannya saja, tetapi dilihat seberapa besar kontribusi mereka untuk lingkungan/masyarakatnya. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan sensibilitas sosial (kepekaan sosial) yang menjadi indikator keberhasilan dalam pendidikan yang dilihat dari peningkatan kualitas hidup seseorang yang terketuk hatinya untuk membangun masyarakat yang beradab, bermartabat dan saling menjaga satu sama lain.
Dalam kesempatan kali ini, penulis mencoba untuk memanisfestasikan dari sebuah konsep ideal dari sebuah pendidikan yang bertujuan memberikan kesadaran kepada masyarakat agar mengetahui peran dan tanggung jawabnya sebagai manusia dalam mewujudkan peradaban yang lebih bermartabat. Sehingga dalam keadaan seperti saat ini di mana negara sedang dilanda pandemi Covid-19. Covid (Coronavirus Disease) dapat menyerang organ pernapasan manusia, dan dapat menyebabkan kematian. dalam hal ini masyarakat perlu menjaga diri dan lingkungannya dengan mengikuti protokoler yang sudah ditentukan oleh pemerintah, serta melakukan usaha preventif dengan pola hidup sehat. Selain itu semestinya tidak bersikap fatalistik, individualistik, dan reseptif tanpa makna. Melainkan perlunya sebuah kesadaran dari seluruh kalangan masyarakat untuk melakukan sesuatu, sebagai salah satu bentuk kepedulian masyarakat agar saling menjaga disaat situasi pandemi Covid-19.B

Berkatiandengan hal di atas, salah satu langkah kongkrit untuk mewujudkan kesadaran masyarakat yaitu melalui program pengabdian masyarakat ini. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2020. Dengan khalayak sasarannya yaitu guru-guru sekolah dasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bandung dan mahasiswa UPI kampus di Cibiru yang sedang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan cara pencegahan COVID-19. Lebih lanjut metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, dan pendataan penduduk. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman terkait dengan upaya pemutusan penyebaran COVID-19 dan kegiatan edukasi pada khalayak umum. kegiatan pengabdian ini sangat relevan dengan permasalahan saat ini, sehingga dengan dilaksanakannya pengabdian ini diharapkan mampu berimplikasi kepada masyarakat agar senantiasa peduli dan memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya dan cara pencegahan COVID-19, serta solusi alternatif untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran disituasi pandemi.Adapun kegiatan yang sudah kami lakukan dapat dilihat dari beberapa dokumentasi sebagai berikut.

Kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata dengan memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka pahami. Hal ini berupaya agar masyarakat tidak bersikap paranoid ataupun menyepelekan virus ini, sehingga peran akademisi baik dari dosen maupun mahasiswa perlu bekerjasama dengan memberikan sebuah pemahaman kepada masyarakat untuk melakukan usaha preventif dan memberikan sebuah solusi untuk dapat beradaptasi dalam keadaan wabah virus corona (COVID-19).